SELAMAT DATANG DIBLOG SAYA

Dibalik Pertemuan

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu pula dengan kisah ku ini.berawal dari pertemuan yang sangat singkat. bahkan tak ada perkenalan sama sekali.Saat aku sedang duduk menunggu bis lewat, aku bertemu laki-laki itu. laki-laki itu bernama Rendi. pandangan matanya saat mengembalikan sapu tangan ku yang jatuh sangatlah mempesona. ya, sapu tangan ku terjatuh, benar-benar ku tak menyadari itu. sampai laki-laki yang duduk di sebelahku mengembalikannya. ya itu Rendi.saat aku memangdang wajahnya, hati ku senang entah mengapa. mungkin inilah yang di sebut cinta pada pandangan pertama. saat dia berkata " ini sapu tangannya jatuh." entah mengapa aku seperti orang yang bodoh. aku tak berkata apa-apa saat itu. ku ambil sapu tangan dari sodoran tangannya.aku dengan Rendi naik bis yang sama. kebetulan waktu itu tidak ada tempat duduk yang kosong. jadi kami berdiri. lagi-lagi bersebelahan."aku Rendi." kata Rendi sambil menyodorkan tangannya.aku lantas berjabatan dengannya."namaku Ashly." jawabku. sejak saat itu kami akrab layaknya teman yang sudah lama kenal.aku dan Rendi sering bertemu, kadang-kadang Rendi datang ke rumah ku.setelah setahun lebih kami saling mengenal, akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan. kata teman-temanku kami adalah pasangan yang serasi." Ashly, aku iri deh sama kamu. pacar kamu baik banget yah." kata Nia seorang sahabat karib ku. aku hanya tersenyum menanggapinya.Rendi memang baik sekali. dia sangat perhatian pada ku. dia juga baik pada teman-teman ku. bahkan dia baik pada semua orang sekalipun dia tidak mengenal orang itu. hatinya setampan wajahnya.***pagi itu ku dengar suara telpon berbunyi. aku segera mengangkat telpon. ku harap yang menelpon adalah Rendi. tapi ternyata bukan. ternyata yang menelpon adalah Ani. huh.. aku kecewa.sudah seminggu dia tidak menelpon atau bahkan mengirim pesan singkat padaku. aku coba menghubunginya lewat telepon genggam ku tapi hp nya tidak aktif. aku khawatir padanya. ku coba menelpon ke rumahnya. tapi orang rumahnya bilang Rendi tidak ada.kemana Rendi. aku cemas, aku marah. dia kemana.***setahun berlalu. aku masih mencari-cari keberadaan Rendi. aku mencari kesana kemari. ku tanya kepada teman dekatnya rendi kemana tapi tidak ada yang tahu keberadaan Rendi.aku putus asa. aku benci Rendi. aku benar-benar tidak mau lagi mendengar nama itu.***malam itu, aku baru pulang dari rumah Ani. ku lihat ada selembar kertas yang lusuh bergulung dengan di ikat seutas pita berwarna merah di atas tempat tidurku. mungkin kertas itu sudah lama di simpan. aku heran." mah!! ini apa?" tanya ku pada mama yan sedang duduk di sofa ruang tamu." itu tadi ada orang mengantarkan surat itu. katanya untuk kamu. mama simpan aja di atas ranjang mu."" dari siapa mah?""mama tidak tau. baca aja, barangkali ada identitas penulisnya disana." jelas mamaku buka pita yang mengikat kertas lusuh itu. ku baca kata demi kata. tak sengaja air mata ku menetes. itu surat dari Rendi. awalnya aku tidak percaya. tapi panggilan itu mengingatkan ku pada rendi. CICI, itu lah panggilannya padaku.

dear Cici,ini aku Rendi. maaf jika selama ini aku tidak pernah menemui mu. maaf jika selama ini aku membuatmu cemas dan marah padaku.tapi aku memakluminya karena aku memang benar-benar tidak punya hati.aku tega meninggalkan mu. tanpa kabar pula.mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.dan mungkin kamu juga telah mendapatkan pengganti aku dan kau telah melupakan aku.semoga niko menyampaikan surat ini pada waktunya.aku hanya ingin meminta maaf padamu atas kesalahanku selama ini.maaf kan aku Cici ku tersayang. I'll always love u
Rendi

sungguh air mata ku semakin deras. aku tidak mengerti apa yangsebenarnya terjadi. apa Rendi sudah tiada.saat itu juga aku pergi ke rumah niko sahabat rendi untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi." Rendi udah meninggal, Ashly." kata Niko."apa?" aku tidak percaya semua ini terjadi. aku menangis tak henti.akhirnya Niko mengantarku ke makamnya Rendi dan menceritakan semua yang terjadi.Rendi meninggal akibat penyakitnya. gagal ginjal. oh tuhan sungguh aku tak percaya.pada awalnya Rendi akan melakukan operasi cangkok ginjal di Singapur. itulah kenapa Rendi tiba-tiba menghilang. dia tidak mau aku sedih jika aku mengetahui tentang penyakitnya itu."operasi berjalan sukses. namun pasca operasi kesehatan Rendi menurun. dia koma selama tiga hari. setelah dia bangun dia menulis surat itu untuk mu ashly." kata Niko."lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanyaku sambil menangis memandang ke arah batu nisan yang bertuliskan nama RENDI."setelah itu dia meninggal. tepat setelah dia menulis kata terakhir dalam surat itu."oh tuhan, aku menangis dan terus menangis. aku tak kuat menghadapi cobaan ini." kapan kejadian itu terjadi , nik?""lima bulan yang lalu.""tapi kenapa kamu baru memberi tahu aku sekarang?" tanyaku marah." itu amanat dari Rendi. aku harus memberikan ini setelah lima bulan dia meninggal." jelas niko, matanya berkaca-kaca.***kejadian itu sangat memukul jiwaku. tapi apa daya? semua itu telah terjadi. seperti kataku setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.