Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol,dan itu adalah sikap kita.
Harapan Sang Cinta
Malam berbintang dengan binar-binar yang menerangi setiap relung sepiku hingga sinarnya membawa hati dan jiwaku beranjak dari sukmaku,,,aku duduk didepan teras kamar dan menoleh keatas memandang keagungan-Nya yang tak terduakan dan seraya bersenandung menghibur bulan yang terdiam sendiri ditengah ramainnya bintang,,Rasa inginku hantarkan sebuih rinduku kepada segenggam persenyawaan yang melahirkan cinta dan kasih yang sekian lama terukir dalam benakku, dan seakan semerbak harumnya menyusupi nafas hidupku hingga tak berdayaku melakukan sesuatu yang berarti...!!Tiba-tiba suara handphone berdering dari kejauhan hingga membuat samar syair yang sedang kusenandungkan, aku berhenti sejenak dan seraya bertanya dalam hati,,,!! "Siapakah gerangan dibalik dering itu, yang membuatku berhenti untuk bersenandung?" Kemudian aku menuju kamar yang tak jauh dari kursiku untuk mengambil handphone yang berada di atas meja yang berserakan penuh kertas dan buku-buku, dan ternyata nomor baru tertera di layar handphoneku yang membuatku lebih penasaran siapakah gerangan diujung telephone ini. Saking penasaran yang membuat gusar hati ini aku mengangkatnya sambil mengucapakan sepatah kata salam untuk seseorang yang belum kuketahui. Assalalmuu alaikum...Walaikum salam jawabnya balik kepadaku,,, Suara seorang cewek terngiang ditelinga ini yang menjawab salam begitu santai dan tenang hingga mengeluarkan suara yang begitu merdu, dan secara tidak langsung hati ini berkata, suara ini tidak asing dan sudah terbiasa terbersit ditelinga ini, tapi pendengaran ini masih belum mampu menjawab penasaran hati ini, hingga ingin terjawabnya penasaran itu ku ajukan lagi pertanyaan kepadanya… Kalau boleh tau ini dengan siapa???Hmmm…. Ternyata kamu sudah tidak mengenali suaraku lagi? jawabnya dengan nada yang agak kecewa, tapi aku berusaha menhilangkan nada-nada kekecewaan yang ia keluarkan,,!!Maaf,,, bukannya aku tak mengenali suaramu lagi, tapi telinga ini kayaknya sudah tak terbiasa lagi mendengar suara merdu ini yang membuat samar pendengaranku ini. Jawabku yang sedikit menghantarkan pujian untuk menghilangkan nada kekecewaan itu, dan ternyata kekecewaan itu mulai hilang, dan dia seraya menjawab dan serentak mengagetkanku pula,, Aku Melsya,,,Melsya Lenidya Indrawan kalau masih ngak ingat juga aku tutup saja handphonenya…!!Jawab dia dengan nada yang lantang. Seketika itu jiwaku terkagetkan oleh jawabannya Hhhhhaaaaaaaa,,,M...m...e..elsya,,, bibir ini seakan mati tak berdarah ketika dia menyebutkan namanya. Melsya adalah sebenih persenyawaan yang dahulu hingga saat ini mempunyai tahta di dalam hasrat dan benakku, walaupun dalam waktu yang lama aku tidak pernah sekalipun bertemu ataupun mendengar suaranya selama bertahun-tahun, akan tetapi hati ini tak bisa menyembunyikan bahwa dia masih terbersit dalam hasrat dan benakku, dan dirinya hanya bisa tergantikan oleh Kuasa-Nya. Lalu dia menyuruhku,,,Coba sekarang kamu ke jendela kanan kamarmu, dan tengoklah sejenak kebawah!!!Kurasakan tubuh ini tergerakan oleh roh yang terbelenggu oleh sebuih penasaran.Kutengok kebawah jendela kamarku, mata ini tak terlalu jelas memandang sesosok wanita dibawah jendela kamarku, dan sekali lagi aku menggoyangkan mata ini dengan jariku dan melebarkan agar dapat dengan jelas melihat siapakah wanita tersebut,,,,??? Haa..aaa..aa aku pasti bermimpi,,ini tak nyata, sejenak aku memukul pipiku untuk memastikan bahwa apakah ini sebuah mimpi atau kenyataan, dan ternyata ini betul sebuah kenyataan bahwa ternyata sesosok wanita yang menjadi inspirasi sebagai bintang hidupku telah berdiri di bawah jendela kamarku.Sepenuhnya hasrat ini tidak mempercayai bahwa seseorang yang selama ini terbayang dalam segenggam cinta dan kasihku adalah suatu kenyataan dia berada di depanku dan ini sungguh merupakan suatu keagungan-Nya. Seketika itu pula Diri ini langsunng berlari dengan sangat cepat ke bawah laksana seorang pangeran dengan seekor kuda putih yang menjemput seososok wanita yang berdiri dengan sucinya.Sesampainya aku di bawah hasrat dan jiwa ini merasakan kebingungan dan ketegangan yang membuat segalanya menjadi tak berkutik, aku bertanya dalam hati, apakah yang sedang aku rasakan….?? Aku gugup dan sejenak terdiam karena tak sanggup menahan kebahagiaan dan kerinduan ini. Dia membangunkanku dari keterdiaman seraya berkata,,, Kenapa kamu terdiam...??secara tersendat-sendat mulut ini gemetar dengan menjawab…n..n..nn..g..gg..ak nggak ada apa-apa!!Sekali lagu aku bertanya apakah aku bermimpi??Kaukah ini M...m..elsya, namannya pun susah sekali untuk diutarakan oleh bibir iniDia menjawab Iyah ini betul aku Melsya Lenidya Indrawan, Serentak setelah dia menjawab pertanyaanku tubuh ini tergerak memeluknya dan diapun membalas memelukku seakan tubuh ini tak ingin terlepas dari kerinduan dan kebahagiaan yang merupakan suatu Kebesaran-Nya. Setelah sejenak kerinduan ini tertuangkan Aku mengajaknya ke tempat berdua kita dahulu yang menjadi suatu kenangan yang indah dan tak terhapuskan.Sepanjang jalan Melsya berbicara dengan nada-nada yang membuatku laksana burung kecil yang menikmati indahnya terbang dilangit bebas, sedangkan aku hanya bisa terdiam medengarkan kata-kata yang dikeluarkannya.Lalu Melsya sekali lagi membangunkanku dari keterdiaman, Kenapa kamu terus-menerus terdiam??Jawabku, nggak kok' cuman nggak sangka saja, bias bertemu kamu lagi, selama ini aku tidak pernah lagi bertemu kamu dan mendengar suara indah ini,, Dia menjawab, ekhhmm nggak usah berlebihan, suaraku nggak semerdu burung yang berkicau untuk membangunkanmu setiap pagi. Aku menjawab, walaupun suaramu tak semerdu kicauan burung di pagi hari, akan tetapi suara inilah yang dahulu menjadi penyejuk hati dikala jiwa ini dilanda kegusaran, amarah, kekecewaan, dan kesedihan.Ha..ha..ha..ha..ha... Melsya tertawa seakan dia mendengar seorang pelawak yang sedang menebarkan kelucuannya,,Aku bertanya kepadanya, kenapa kamu tertawa,,??Melsya menjawab, kamu udah banyak perubahan yawh..!!kamu kayak seorang penyair yang sedang mendendangkan sairnya ditengah kesunyian yang diselumuti keindahan.Aku pun ikut tertawa setelah melsya mengeluarkan kata-kata yang membuat saya jadi tersipu malu dan secara tak langsung membuatku tersanjung atas pujian yang dilontarkannya.Seakan tak mau tersipu malu terus-menerus hingga membuatku terdiam dan salah tingkah, aku mengalihkannya dan menanyakan kabar keluarganya!!Mel,,kabar keluargamu gimana??Dia menjawab dengan senyuman, Alhamdulillah semuanya baik,,Kamu kabarnya gimana,,??kamu baik kan,,??Aku menjawab,,iyah Alhamdulillah aku baik,,!!Mel kamu kemana aja selama ini, kamu tinggalnya dimana sekarang,,??Setelah tiga tahun tepatnya waktu perpisahan SMA dulu, aku nggak pernah ketemu dan nggak pernah tahu gimana kabarmu lagi. Aku menelphonemu ternyata kartumu sudah nonaktif lagi, aku menanyakan kepada teman-teman SMA dulu,,ternyata teman-teman tidak tahu menahu pula dimana keberadaanmu, lalu aku kerumahmu untuk menanyakan keberadaamu, dan ternyata hasilnya nihil, disana sama sekali nggak ada orang lagi, dikala itu aku sangat kebingungan nggak tau kemana lagi aku harus bertanya dan mencari keberadaanmu, hingga sampai sekarang aku terus dan terus berusaha mencarimu walaupun tak sedikitpun mendapatkan kejelasan tentang dirimu akan tetapi aku yakin suatu saat Tuhan akan mendengar dan mengabulkan segala Doa dan harapan yang selama ini tersimpan jauh dilubuk hatiku. Dan Tuhan Yang Maha Mendengar, mengetahui, dan mengabulkan segala permohonan hambanya yang bersungguh-sungguh meminta kepadanya akhirnya mendengar dan mengabulkan Doaku selama ini. Dan sekarang aku sangat dan sangat senang bisa bertemu dan melihatmu lagi. Maaf ayy,,,dia menjawab dengan air mata dan rasa bersalah,,,aku nggak bermaksud membuatmu sedih dan kecewa, aku memang sengaja mennonaktifkan kartuku, dan tak memberimu kejelasan karena aku ingin kita saling introspeksi diri masing-masing untuk bisa mengerti dan memahami satu sama lain, serta agar kita bisa lebih focus kepada kuliah agar tidak mengecewakan bapak dan ibu. Jawabannya membuat hati ini perih tapi aku berusaha untuk membunuh segala rasa amarah dan keegoisan dalam diriku.Sekali lagi aku minta maaf ayy,,selama ini aku nggak pernah kabari kamu dimana aku tinggal dan gimana keadaannku, selama ini aku pindah dan tinggal di Malang,,!!Jawabnya membuatku kaget dan seakan tidak percaya,,Serta Hati ini merasa tersanjung dan perlahan-lahan rasa amarahku hilang atas jawabannya, ternyata dia masih mengingat nama pangggilannya untukku, dia memanggilku dengan sebutan ayy, nama asliku Praditya Payman, orang biasa memanggilku Ditya tetapi Melsya membuat nama panggilannya untukku dengan sebutan ayy… Benar kamu tinggal di Malang..??Tanyaku dengan nada yanng lantangIyah aku tinggal disana ayy dan aku juga kuliah disana!!Aku terus bertanya, Kenapa Kamu nggak kabarin aku sedikitpun kalau kamu tidak di sini lagi.Maaf Ayy,,,Setelah perpisahan dan tinggal serta kuliah disana Aku nggak pernah hubungin kamu lagi, aku benar-benar fokus kepada kuliah, serta praktek dan tugas-tugas menumpuk, jadi semuanya serba sibuk jarang mempunyai kesempatan untuk sedikit refresing dan selama itu pula aku ingin sendiri dan berusaha untuk bisa menghadapi sendiri semua peermasalahan dan kemelut yang terjadi dalam kehidupanku, sekali lagi aku minta maaf ayy, kamu jangan benci dan marah sama aku ayy, aku nggak bermaksud menyakiti dan mengecewakanmu, yang perlu kamu tahu aku sangat merindukanmu, merindukan sesosok panutan yang biasa menuntun dikala aku goyah akan suatu masalah yang sulit untuk kuhadapi, merindukan kepribadianmu yang lemah dan lembut ketika aku merasa benci dan marah akan suatu hal serta merindukan kasih sayang yang tulus dan begitu dalam darimu!!Jawabanya segenap membuatku luluh akan kepolosan dan kejujurannya.Jadi sekarang kamu tinggal dimana disini, kenapa baru sekarang kamu hubungin dan mau ketemu denganku..??tanyakuMelsya menjawab,Aku tinggal dirumah keluarga dan kenapa Aku baru hubungi dan bertemu kamu sekarang,, karena disini aku cuman tiga hari saja, kemarin dulu aku baru tiba disini, dan besok shubuh aku berangkat lagi ke Malang.Haaaaaaaaaaaaa………Sekali lagi Melsya membuatku terkagetkan oleh jawabannya!!Kurasakan hati ini tak mampu membendung rasa gundah dan kesedihan yang merasuk sukmaku, dan rasa takut akan suatu harapan yang tak terwujudkan bahwa dapatkah diri ini memiliki, menyayangi, dan mencintai segenggam persenyawaan yang sosoknya bagaikan setangkai mawar merah yang mampu melahirkan kenyamanan dan kedamaian dalam kehidupan. Aku bertanya,,Jadi sebenarnya apa yang kamu lakukan disini, kenapa secepat itu..??Sepupu aku mau nikah Ayy,,jadi keluarga besar aku semua kesini, dan mengapa secepat itu aku disini, karena Ayahku banyak pekerjaan di Malang serta kuliahku belum sepenuhnya selesai, ini pun aku sempat-sempatkan untuk datang kepernikahan sepupu aku. Seketika itu dia menggenggam tanganku hingga air matanya membasahi pipinya yang mulus dan berkata,,,Aku minta maaf Ayy, aku baru menemuimu, kesempatan untuk bertemu kamu merupakan anugerah yang diberikan atas kuasa-Nya, aku sangat berusaha semampuku untuk menemui kamu malam ini walupun rintangan yang ada didepannku begitu kuat dan kokoh tetapi hati dan perasaan ini mampu melewatinnya meskipun begitu banyak hal yang harus terkorbankan. Raga ini tersentak memeluknya dan terus memeluknya dengan hasrat menggebu-gebu seakan ragaku tak mau melepaskan dirinya dari pelukanku dan selaput mata yang tak kuat untuk membendung air mata hingga menetes membasahi bumi membuat suasana malam menjadi kelam yang tak berujung bak sang bulan yang sendirian menerangi bumi tanpa satupun bintang yang menemani memancarakann sinarnya. Aku masih memeluknya dan melsya perlahan-lahan melepaskan pelukannya, Tak terasa malam begitu larut hingga keheningan menyelimuti suasana di tempat itu, dia menoleh kearah jam tangannya, dan ternyata waktu sudah tak bersahabat lagi, aku tahu bahwa hati dan perasaannya tak ingin mengucapkan kata perpisahan yang dapat membuatku terluka. Sebelum kamu mengucapkan kata perpisahan untukku, aku ingin kau tahu bahwa,,,, Aku sejenak terdiam, mulut dan hati ini sulit untuk mengeluarkannya tetapi aku berusaha untuk melawan ketakutan dan keraguan itu…Mel jujur…Aku begitu sangat mencintai dan menyayangimu, hari-hariku bagaikan bunga yang indah tetapi terus-menerus layu karena tak satupun percikan air dan sinar matahari yang menyinarinya. Akan tetapi harapanku tak akan pernah musnah untuk dapat memilikimu, mencintai dan menyayangimu selamanya sampai aku menutup mata dan hidupku.Mulut ini dan tetesan air mata tergerakkan oleh kata hati untuk mengucapkan suatu perasaan yang tersimpan jauh didalam lubuk hati ini. Dan akhirnya mau tidak mau dan untuk kebaikannya pula aku menguatkan rasa ini dan menyuruhnya untuk segera pergi dengan membawa segenggam kebahagiaan yang begitu bermakna untuk kami berdua yang tak akan pernah termakan oleh waktu. Walaupun pertemuan ini hanya sekejap waktu saja bak pasir laut yang tergenggam oleh tangan hingga dengan cepatnya habis tersapu oleh ombak, tetapi pertemuan ini akan menjadi suatu pertemuan yang memberikan kebahagiaan yang sangat bermakna dan membangkitkan semangat untuk mencapai harapan yang selalu tersimpan dalam benak dan jiwaku. Dia pula berusaha mennguatkan hati dan jiwanya untuk mengatakan kata perpisahan untuk pertemuan ini…Ayy,,sejujurnya aku tak menginginkan perpisahan ini tetapi ini sudah ketentuan dari akhir sebuah anugerah yang diberi-Nya.Jujur dari perasaan yang selama akhir ini kusimpan dan akan kukeluarkan pada pertemuan yang penuh nikmat ini…Akupun sangat mencintai dan menyayangimu walaupun raga ini tak bisa untuk saling memiliki, tetapi akupun selalu berharap agar kasih dan cinta ini bisa dipersatukan oleh-Nya.Aku yakin jika kita berdua berusaha dan berdoa untuk selalu dipersatukan dalam cinta dan kasih maka Allah akan melihat dan mendengar apa yang kita harapkan selama ini.Hingga akhirnya tangannya dengan tak kuasa melepaskan dari genggamanku yang begitu erat dengan tetesan air mata yang begitu suci jatuh membsahi bumi, dan seraya Melsya mengatakan,,Ayy…Maaf aku harus pergi, Suatu saat aku yakin bahwa Allah akan menciptakan kedamaian dalam cinta dan kasih untuk kita berdua selamanya dan terus untuk selamanya.Akhirnya tangannya terlepas dari genggaman jariku yang begitu erat dan Melsya tersentak begerak pergi meninggalkan diriku ditempat itu dengan membawa segenggam kebahagian yang akan menjadi suatu pencerahan dikala hati dilanda kesepian dan kerinduan. Saat itu aku dalam kesendirian dan kegelapan dengan jiwa yang gersang atas perginya sesosok wanita yang menjadi harapan dalam kehidupanku, dia akan selalu terkenang dalam benakku dan tak akan hilang dari akal dan fikiranku, Karena aku mencintai dan menyayanginya.Mampukah hasrat ini menjadikan keinginan itu menjadi sebuah kenyataan yang penuh dengan karisma hingga menyelimuti secercah kehidupan yang dihiasi kerinduan dan kesepian.Aku tak akan mau terkalahkan oleh rasa keterputus asaan dan kelemahan yang ada dalam raga ini, karena aku punya segenggam "Harapan" yang mampu membawa dan merubah apa yang "tidak mungkin" menjadi "mungkin",,,suatu hal atau keinginan tidak akan bisa terwujud tanpa adanya sebuah Harapan, sebab sekecil apapun harapan itu, maka dapat mewujudkan suatu keinginan atau yang kita citakan yang tersimpan jauh selama ini...Walaupun jiwa ini terhalang oleh rintangan yang membuatku terluka, Aku akan terus dan terus berusaha untuk mencapai Harapanku hingga mendapatkan Anugerah-Nya yaitu suatu kebahagiaan yang hakiki dalam hidup ini. Amin...
Langganan:
Postingan (Atom)